Materi Calistung TK

Cakupan Materi Calistung TK dan Metode Pengajaran yang Diterapkan

Pendidikan sejak dini penting guna membentuk karakter anak. Dengan pola didik yang teratur dan terarah, karakter anak akan terbentuk menjadi pribadi yang rajin, disiplin, dan tentunya tetap ceria.

Sebagian besar anak mendapatkan pendidikan formal pertamanya di taman kanak-kanak. Selain belajar berbagai materi calistung TK, anak juga belajar bersosialisasi.

Calistung adalah singkatan dari baca, tulis dan berhitung. Di TK, anak-anak akan diperkenalkan dengan konsep dasar membaca, menulis, serta berhitung.

Meski pada dasarnya materi berpaku pada ketiga dasar tersebut, pada praktiknya dapat dikembangkan menjadi banyak materi. Berikut ini contoh materi calistung TK yang bisa digunakan untuk mendampingi belajar anak:

Baca Juga :

1. Pengenalan Huruf Alfabet dan Angka

Pada dasarnya sistem semua jenjang pendidikan hampir sama. Siswa akan diperkenalkan dengan dasar-dasar ilmu terlebih dahulu dan kemudian secara konsisten ditingkatkan kesulitannya.

Sama dengan pemberian materi calistung TK. Awali dengan materi pengenalan huruf dan angka. Materi ini bisa disampaikan dengan cara yang beragam.

Pola didik yang menyenangkan tentu akan lebih mudah diikuti oleh siswa, terutama siswa TK. Tunjukkan bentuk huruf dan bunyi pengucapannya.

Ajak siswa untuk menyanyikan lagu untuk lebih dekat dengan materi ini. Tetapi, perlu diperhatikan bahwa huruf alfabet yang berjumlah 26 tentu tidak bisa langsung diberikan ke siswa dalam waktu singkat.

Berikan waktu untuk siswa menyerap ilmu yang diberikan melalui nyanyian huruf yang diajarkan. Biarkan siswa memilih bentuk huruf yang disukai dan memberikan warna atau menghiasnya.

Kedua metode ini dapat membuat siswa lebih dekat dan paham dengan materi pengenalan huruf maupun angka yang diberikan.

2. Pengenalan Huruf Hijaiyah

Pengenalan huruf hijaiyah juga perlu diberikan sedini mungkin pada anak. Ini bertujuan untuk mengajak siswa, terutama siswa muslim, mendapatkan dasar pengetahuan dan memiliki rasa penasaran untuk mempelajari huruf hijaiyah, termasuk pengetahuan agama Islam. Perkenalkan huruf hijaiyah seperti memperkenalkan siswa dengan huruf alfabet.

Untuk metode penyampaiannya, tunjukkan berbagai bentuk huruf hijaiyah. Selain itu, lengkapi juga materi dengan susunan huruf hijaiyah beserta gambar nama binatang, benda, atau warna yang merupakan arti dari susunan huruf tersebut. Biasakan siswa untuk berdoa dan menjaga sikap untuk mengenalkan adab mengaji.

3. Belajar Membuat Huruf

Gerakan tangan anak usia sekolah TK tentu belum sekuat anak SD, SMP, maupun dewasa. Untuk itu, siswa TK perlu mendapatkan materi belajar menuliskan huruf.

Bukan berarti siswa diharapkan untuk otomatis handal menulis huruf tanpa cela. Berikan bentuk huruf dengan garis bantuan. Bimbing siswa untuk menebalkan garis bantuan agar membentuk huruf.

Buat bentuk huruf ini dalam ukuran yang besar. Berikan garis bantuan yang bisa dilihat dengan jelas oleh anak. Arahkan anak untuk membuat huruf mengikuti instruksi dan garis bantuan yang telah diberikan.

Selain itu, materi ini juga bisa dilengkapi dengan gambar atau challenge yang membuat anak menjadi lebih termotivasi.

4. Menyusun Huruf

Hampir sama seperti materi sebelumnya, materi ini juga melatih kemampuan siswa menulis. Berikan 1 suku kata yang terdiri dari 2 huruf.

Berikan contoh bentuk huruf di dekat garis bantuan yang akan membantu siswa untuk membuat huruf tersebut. Semakin berjalannya waktu, materi ini bisa dikembangkan lagi menjadi 3 huruf dan 4 huruf.

Berikan latihan menyusun huruf ini dalam beberapa nomor. Ini bertujuan agar siswa terbiasa menulis dan mengenali bentuk huruf alfabet.

Lengkapi soal atau latihan yang diberikan dengan gambar menarik. Selain akan melatih siswa menulis, materi calistung TK satu ini juga bisa sekaligus memberikan materi lain seperti nama-nama bagian tubuh dan panca indra.

5. Menghitung Jumlah

Materi selanjutnya yang dapat diajarkan usai siswa mengenal angka ialah berhitung. Berikan materi menghitung jumlah benda yang terdapat di ruangan.

Untuk membuatnya lebih menarik, materi berhitung bisa juga disampaikan dengan gambar. Berikan gambar benda tertentu dengan jumlah yang berbeda-beda, ajak siswa untuk menghitung jumlah masing-masing gambar benda.

6. Belajar Mengeja

Untuk kompetensi membaca, usai memperkenalkan siswa dengan huruf alfabet, perkenalkan huruf konsonan dan vokal. Pengenalan huruf konsonan dan vokal ini merupakan bagian materi dari belajar mengeja.

Ajak siswa untuk mengikuti atau mengulang suara ejaan huruf konsonan dan vokal. Lalu, lanjutkan dengan mengganti huruf vokalnya dan ajak siswa untuk mengejanya lagi.

Tentunya materi ini tidak bisa ditargetkan dalam waktu yang singkat. Penggunaan nada atau lagu, begitu juga gambar-gambar menarik akan mempermudah materi ini untuk diserap oleh siswa.

Materi belajar mengeja diawali dengan 1 suku kata. Selanjutnya materi bisa dilanjutkan dengan mulai mengeja 2 suku kata yang membentuk kata familiar.

Kini untuk menyampaikan materi Calistung TK, termasuk belajar mengeja, sudah memiliki beragam metode yang menarik.

Sebab beberapa sekolah taman kanak-kanak dilakukan via daring, ada metode belajar mengeja yang dipadukan dengan listening audio.

Siswa diputarkan suara mengeja dan diajak untuk mengulang ejaan. Selain itu, ada juga metode mengeja dengan video kartun.

7. Belajar Urutan Angka

Tunjukkan bagaimana angka berurutan dari kecil hingga besar. Mulailah dengan angka kecil seperti 1,2,3 atau 4,5,6 dan sebagainya.

Pemberian materi mengurutkan angka bertujuan untuk menciptakan cara berpikir siswa yang sistematis. Berikan materi ini dengan nyanyian dan gambar.

Harapannya, siswa bisa memahami urutan angka dan mengurutkan kembali angka yang tidak berurutan.

Metode untuk materi ini juga bisa beragam. Gunakan nyanyian atau gambar benda untuk mengajak siswa berhitung sekaligus mengurutkan angka sesuai dengan instruksi yang diberikan.

Selain itu, siswa juga bisa diajak untuk mengurutkan angka dengan menuliskan urutan angka yang benar. Berikan urutan angka yang rumpang dan ajak siswa untuk mengisinya.

8. Belajar Membaca

Jika sebelumnya siswa sudah mendapatkan materi belajar mengeja, tingkatan berikutnya dari materi tersebut adalah belajar membaca.

Pada materi ini siswa bukan hanya mengeja 1 atau 2 suku kata. Berikan kalimat sederhana untuk siswa mulai belajar membaca. Contohnya seperti, Doni suka teh susu, Teh susu dari ibu, dan sebagainya.

Penyampaian materi belajar membaca perlu diberikan bimbingan secara langsung agar siswa memiliki keberanian untuk mencoba membaca.

Untuk terus meningkatkan kompetensi membaca, siswa bisa diberikan materi membaca yang dipadukan dengan nama warna, anggota tubuh, panca indra, nama benda, nama hari, nama buah, dan masih banyak lainnya.

Belajar membaca juga bisa dipadukan dengan belajar menulis. Berikan sedikit demi sedikit kata untuk dieja dan dituliskan oleh siswa.

Mulailah dengan kata yang sederhana dan teruskan dengan tingkat kesulitan yang lebih secara bertahap. Berikan materi ini secara oral dan biarkan siswa menuliskan kata yang didengarnya.

Itulah sedikit pembahasan mengenai materi calistung TK dan metode penyampaian yang bisa digunakan. Pada dasarnya, prinsip untuk mengajar siswa TK ialah bertahap dan menyenangkan.

Mungkin tidak seluruh materi bisa disampaikan dengan media suara, video, atau gambar yang selalu menarik. Namun, pembawaan yang menyenangkan juga penting untuk meningkatkan minat belajar siswa.

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *